Perangi Penyebaran Covid-19, Zimbabwe Larang Warga Lakukan Pemakaman Tradisional

- 12 Januari 2021, 11:50 WIB
Covid-19 /Pexels/Edward Jenner

PORTAL PASURUAN - Zimbabwe, yang berjuang melawan lonjakan kasus Covid-19 baru, telah melarang keluarga membawa kerabat mereka yang meninggal ke luar kota, sebagai bagian dari langkah-langkah baru untuk menghentikan upacara pemakaman tradisional yang diyakini dapat meningkatkan penyebaran penyakit ini.

Pengumuman itu menghentikan kebiasaan dimana keluarga biasanya membawa jenazah ke daerah kelahiran mereka untuk upacara dan penguburan. Polisi juga melarang publik melihat jenazah dan tradisi yang membiarkan jenazah menginap di rumah keluarga sebelum dimakamkan.

"Polisi hanya akan membersihkan jenazah untuk dimakamkan langsung dari ruang duka / kamar mayat rumah sakit ke lokasi pemakaman," kata juru bicara polisi Paul Nyathipada hari Senin waktu setempat.

Baca Juga: Wawancara dengan Majalah FAULT, ZE:A Im Si Wan si Pemain Drama Run On Bilang Ingin Jadi Superhero

Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah 7 Fakta Mengejutkan Mengenai Coklat Putih

Zimbabwe, seperti banyak negara Afrika lainnya, awalnya mencatat jumlah Covid-19 yang rendah tetapi baru-baru ini mengalami lonjakan kasus. Ada kekhawatiran bahwa varian virus baru yang lebih menular tiba dari Afrika Selatan ketika ribuan warga Zimbabwe yang tinggal di Afrika Selatan pulang ke rumah untuk musim perayaan seperti yang dilansir PortalPasuruan.com dari laman ABC News.

"Strain tersebut telah diimpor ke Zimbabwe tetapi kami sedang dalam proses melakukan pengurutan genetik untuk mengkonfirmasi hal ini," kata direktur epidemiologi dan pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, Portia Manangazira.

Afrika Selatan saat ini sedang berjuang melawan kebangkitan penyakit yang dengan cepat membanjiri rumah sakit disana.

Zimbabwe, yang sistem kesehatan masyarakatnya pernah kuat telah memburuk, mencatat 21.477 kasus dan 507 kematian pada tanggal 10 Januari, naik dari sedikit lebih dari 10.000 kasus dan 277 kematian pada awal Desember, menurut angka pemerintah.

Halaman:

Editor: Mesha Meilawati

Sumber: ABC News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X